Mon. Aug 2nd, 2021

    Pengeditan gen CRISPR tidak lagi terbatas di Bumi. Astronot Christina Koch dan ilmuwan telah berhasil mendemonstrasikan CRISPR-Cas9 di luar angkasa untuk pertama kalinya, menggunakannya sebagai bagian dari teknik baru untuk merusak DNA dan mempelajari cara perbaikannya dalam gayaberat mikro. “Kekhawatiran teknis dan keamanan” telah mencegah penelitian sebelumnya seperti ini, menurut para peneliti.

    Eksperimen tersebut menghasilkan pemutusan DNA untai ganda yang sangat merusak dalam kultur sel ragi di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Koch menyelesaikan tes jauh sebelum ini (sebagian besar pasokan mencapai ISS pada Mei 2019), tetapi temuan itu tidak tersedia hingga minggu lalu.

    Pendekatan baru membuka jalan bagi penelitian lain seputar perbaikan DNA di luar angkasa. Dengan kerja yang cukup, para ilmuwan berharap mereka dapat mereplikasi kerusakan genetik dari radiasi pengion, belum lagi efek lain dari penerbangan luar angkasa jangka panjang. Itu, pada gilirannya, dapat membantu NASA dan lembaga lain mengembangkan teknologi yang melindungi astronot dan membuat eksplorasi ruang angkasa menjadi praktis. Ada kemungkinan CRISPR memainkan peran penting dalam membawa manusia ke Mars dan seterusnya.

    Semua produk yang direkomendasikan oleh Engadget dipilih oleh tim editorial kami, terlepas dari perusahaan induk kami. Beberapa cerita kami menyertakan tautan afiliasi. Jika Anda membeli sesuatu melalui salah satu tautan ini, kami dapat memperoleh komisi afiliasi.

    Cashback menarik Pengeluaran SGP 2020 – 2021. Hadiah terbesar yang lain hadir dilihat secara terjadwal lewat banner yg kami letakkan pada laman tersebut, dan juga bisa dichat kepada layanan LiveChat pendukung kita yang menunggu 24 jam On-line guna meladeni seluruh keperluan antara tamu. Lanjut cepetan join, dan kenakan cashback Lotto serta Kasino On-line terhebat yang ada di situs kami.